Israel, bintang Daud, dan Israel Jakarta

November 25th, 2007 by athaya

Christians in Jerusalem want Jews to stop spitting on them

Ga sedikit kawan kita yang bela Israel, ataupun mengelu-elukannya. dan juga yang mengibakannya, seolah-olah Israel selalu jadi korban.
kita lihat saja coretan2 di Jakarta, ga sedikit anak2 yang dengan bangganya memproklamirkan dirinya sebagai anak Israel (bagi yang pernah tawuran sewaktu SMA tahu betul tentang ini) ditambah dengan sebuah coretan bergambar bintang Daud dengan salib di dalamnya…
bagaimana reaksi bangsa Israel (dengan segala hormat kepada Bapa Yakub dan Bapa kami Ebrahem) terhadap ini?

tentang salib di dalam bintang Daud pernah ditanyakan langsung ke orang Yahudi, jawabnya (maaf) “tidak patut barang najis itu ada di dalam lambang suci kami” (brengsek bukan?)
terus, bagaimana kira2 reaksi orang Israel terhadap orang2 yang telah membelanya dan mengelu-elukannya?
kita lihat aja di surat kabar Israel sendiri:

judul: “Christians in Jerusalem want Jews to stop spitting on them”

http://www.haaretz.com/hasen/pages/ShArt.jhtml?itemNo=487412&contrassID=2&subContrassID=5&sbSubContrassID=0&listSrc=Y&itemNo=487412

kenapa? ga tau deh…

ya…. memang bangsa Israel (lebih tepatnya: bangsa NEGARA Israel yang beragama Yahudi; untuk membedakan Israel pendatang dari Eropa dengan bangsa Israel beragama Yahudi dan Islam penghuni asli Timur Tengah, yang juga telah menjadi korban dari bangsa Negara Israel) itu “brengsek”.

dan bangsa Israel sangat Eksklusif pada umumnya.
silahkan saja coba kita rame2 ketemuan sama Kakek-kakek Yahudi yang masih megang adat.
trus kita rame2 ngomong “kami sungguh mencintai bangsa anda, kami selalu mbela dan mengelu2kan, dan menulis “Israel” di mana-mana.
trus kita mendekat dan bermaksud bersalaman

Hush! pergi! jangan sentuh saya, jangan sentuh barang2 saya, dasar bangsa najis (heathen) tak bersunat!
(padahal sebagian mungkin sudah sunat)

(yang bisa salaman pasti cuma gw doang!) LOL!

ini berdasar kisah nyata lho!

trus, nanti kalau nonton berita tentang kerusuhan di Palestina-Israel masih mau bela2in Israel? kalau masih, tolong dibedakan antara yang pendatang dengan yang asli.

TAKDIR

September 22nd, 2007 by athaya
"Jalan Hidup", ditentukan atau tidak?
ga sedikit ahli filsafat, ilmuwan dan ahli agama, yang saling bersilang pendapat dan berbantahan mengenai ini.
faham deterministik dan indeterministik ini jadi topik yang hangat untuk cukup lama. di bidang fisika A. Einstein mencerca kalangan fisikawan Quantum yang meyakini hidup ini cuma serangkaian kebetulan dengan: "Tuhan tidak bermain dadu".
dalam salah satu ajaran beberapa agama dikatakan: "segala kejadian di semesta sudah tercatat di Kitab Kejadian"->fatalis
dan di ajaran yang lain: "kamu sendirilah yang bertanggung jawab atas perbuatanmu"->kehendak bebas
gimana kalau dibilang 2-2 nya benar? meski bertentangan?
manusia selalu menilai kebenaran berdasarkan pengalaman. makanya ada istilah "masuk akal". dan 2 hal yang  bertentangan, tidak "masuk akal" bila benar keduanya.
bagaimana jika bisa…..?
sedikit pembukaan:
berdasarkan TEORI RELATIVITAS UMUM (yang mana sudah teruji),
jika kita berada dekat dengan lubang hitam, maka kita akan mengamati kejadian di bumi seperti di FAST FORWARD. semakin dekat ke lubang hitam, yang berarti gravitasi semakin besar, FAST FORWARDnya semakin cepat. sehingga selang waktu antara 2 peristiwa semakin kecil.
(gravitasi->tak hingga, selang waktu-> nol)
sekarang,
anggap anda sedang mendampingi Sang Pencipta saat penciptaan. kemudian Sang Pencipta menciptakan kloning anda untuk tinggal di Bumi setelah terbentuknya.
BANG!! sesaat setelah BIG BANG (kenapa sesaat setelah? karena kita ga tau keadaan saat dan sebelum saat penciptaan, emang ada yang pernah ngeliat Beliau?), tepat sesaat setelah ledakan tersebut, seluruh materi yang membentuk seluruh semesta ini termampatkan pada satu titik.
nah, secara gravitasi itu berbanding lurus dengan massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jari2, maka bisa dikatakan gravitasi di sana menuju takhingga, yang berarti selang antar peristiwa juga menuju 0 (anggap) detik. selang waktu 0 artinya kedua peristiwa terjadi berbarengan.
waktu SMA saya yakin anda ingat pelajaran matematika tentang limit.
(gravitasi->tak hingga, selang waktu-> nol)
kalau kita anggap selang 2 peristiwa tersebut adalah terbentuknya semesta dan kiamat, maka dalam perspektif anda yang sedang mendampingi Sang Pencipta, kiamat dan big bang, terjadi berbarengan. apapun yang dilakukan kloning anda di Bumi, sudah anda ketahui dan bisa anda catat.
sementara kloning anda bebas menentukan jalan hidupnya di bumi dan mengalami waktu yang panjang sebelum kiamat, tapi anda yang berada saat penciptaan sudah mengetahui hasil akhirnya, dan apa yang telah dipilih kloning anda.
jadi, bisa kan 2-2nya benar!?
ga perlu berantem lagi deh ;)
epilog:
Sang Pencipta menciptakan DAN memusnahkan semesta pada saat yang sama. Dia menciptakan kelahiran saat menciptakan kematian.
"Aku adalah Alfa DAN Omega (Wahyu)"
"Dialah Yang Awal DAN Yang Akhir (Besi)"
"DAN" tidaksamadengan "kemudian"
kesimpulannya? ;P
ada usul untuk next title?:

"Tuhan ada di mana?", "Tuhan ada ga sih?", atau "Tuhan seperti apa sih?"

Kelirunya Kelirumologi

July 23rd, 2007 by athaya

Kelirunya Kelirumologi


Hari senin 23 juli
2007, semua menemukan sebuah buku berjudul “antologi kelirumologi” karya Jaya
Suprana. Isi menarik, sekumpulan tulisan mengenai kekeliruan (dan sedikit
ketidak-keliruan) manusia dalam sejarah yang dikemas secara ringan.

Tidak biasanya saya
ambil pusing untuk mengkritik buku lucu-lucuan ringan begini, tapi karena
isinya menulis tentang kekeliruan manusia, saya harapkan isinya, ya tidak
keliru.

Tapi ternyata saya
dapati sedikit kesalahan-kesalahan yang “lumayan”, seperti berikut ini:

 

 

Kekeliruan antologi kelirumologi 1

 

Halaman 6, alinea
3:

Menceritakan
tentang kelirunya anggapan banyak orang yang mengkonsumsi asam amino untuk
pembesaran otot. Redaksinya seperti berikut: “Sama kelirunya dengan para
olahragawan yang ingin memperbesar otot lalu mengkonsumsi suplemen protein asam
amino.”

 

Sekilas sepertinya
ada keanehan, trus saya lanjutkan:

 

“Karena pada
hakikatnya otot hanya diperbesar-secara wajar- melalui olahraga secara tepat
dan benar, sementara asam amino yang mengandung protein sangat tinggi itu…”

 

Nah, ternyata
memang ada yang salah, karena asam amino tidak mengandung protein. Asam amino
adalah penyusun protein.

 

 

Kekeliruan antologi kelirumologi 2

 

Halaman 7:

“Penyesatan logika
sering terjadi pada prasangka social, misalnya A=B, A=C, maka B=C membentuk
kesan bahwa kaum Nazi adalah orang
Jerman, Kaum Nazi adalah penjahat, maka orang Jerman adalah penjahat
.”

 

Simbol yang
digunakan di sini juga salah, seharusnya premis “kaum Nazi adalah orang Jerman”
ditulis dengan simbol A
CB, (A bagian dari B), dst.

 

 

Kekeliruan antologi kelirumologi 3

 

Halaman 20

“Begitu
adiluhungnya cinta musik hingga muncul
anggapan kolektif klise bahwa hanya orang jahat saja yang tidak cinta musik.”
Kemudian dilanjutkan dengan fakta bahwa seorang penjahat seperti Hitler
menyukai musik klasik, yang menurut Jaya Suprana bertentangan dengan anggapan
kolektif tersebut.

 

Namun, yang bilang
Hitler itu penjahat siapa? Itu

kan

cuma bentukan sejarah umum oleh pemenang
perang!

 

Jadi, saya berharap
ini bukan sekedar kritikan doang, tapi supaya kita semua melakukan yang terbaik
yang kita bisa (diilhami oleh film “the last samurai”)

Kebijakan Kenaikan Gaji

July 12th, 2007 by athaya

Kebijakan Kenaikan Gaji

Setiap kenaikan gaji di Indonesia (kecuali jaman Presiden Habibie yang pukul rata) didasarkan pada persentase.
Jadi kalau misalnya semua pegawai dinaikkan gajinya sebesar 10%, maka yang gaji pegawai yang tadinya Rp 1000000 akan menjadi Rp 1100.000, dengan kenaikan sebesar Rp 100.000, sedangkan yang tadinya Rp 10.000.000  akan menjadi Rp 11.000.000, dengan kenaikan Rp 1000.000.

Bila anggaran APBN untuk kenaikan gaji pegawai negeri sebesar Rp 20,7 juta.
Komposisi orang kaya di Indonesia sekitar 6%.

Misalkan pegawai negeri di Indonesia ada 100 orang, maka yang kaya hanya 6 orang.

Baiklah kita misalkan gaji pegawai negeri berdasarkan strata sebagai berikut:

2 orang dengan gaji Rp 20.000.000

4 orang dengan gaji Rp 10.000.000

10 orang dengan gaji Rp  5.000.000

15 orang dengan gaji Rp  2.000.000

25 orang dengan gaji Rp  1.000.000

44 orang dengan gaji Rp    500.000

Dengan kenaikan gaji berdasarkan persentase 10%, maka 2 orang akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp 2000.000, sementara 44 orang  mendapatkan hanya Rp 50000.

2 orang yang tadinya sudah hidup berkecukupan mendapatkan extra uang untuk "dugem" dan bonus untuk istri simpanan. sedangkan 44 yang lainnya, jangankan untuk membeli susu buat anaknya, sekedar hidup pun sulit. Memang pada prakteknya kenaikan berdasarkan pada persentase tidak dipukul rata 10% untuk semua strata, tapi apa pernah kenaikan gaji pegawai rendahan mencapai 100%?

Tapi kalau diterapkan lagi kebijakan "pukul rata", maka dengan anggaran Rp 20,7 juta tersebut tiap pegawai dapat memperoleh kenaikan gaji sebesar Rp 207 ribu. Dengan tambahan sebesar ini, setiap keluarga bisa memberikan tambahan susu anaknya. Sedangkan yang bergaji Rp 20.000.000, juga bisa memberikan tambahan susu buat anak mistress-nya. Adil bukan?

Sayangnya banyak orang serakah yang berpendidikan tinggi, jago berargumentasi dan cuma mikirin waduknya sendiri.
"Saya ini strata-nya lebih tinggi, jadi sudah sepantasnya saya mendapatkan kenaikan gaji yang lebih besar."
Tidak puaskah kamu dengan Rp 19.500.000 sebagai penghargaan terhadap strata-mu? Tambah bonus Rp 207.000 pula. + "bonus" budaya korupsi.
Kurang?
Gimana yang gajinya Rp 500.000?

tik.. tik.. mendidik

July 9th, 2007 by athaya

tik.. tik…

berperan menjadi orang tua emang ga gampang…
kalau kita liat di felm kok kayanya enak aja ya?
trus ketika kita mencoba, menjadi orang tua (bapak, ibu, kakak kelas, kakak…) ternyata…

kita belum melepas keanak-anakan kita, melepas ego..
kadang kita lupa apakah kita memarahi untuk kepentingan anak itu… atau kepentingan diri sendiri..

relakah kita mengorbankan kesenangan diri demi mendidik anak/adik kita?

sebagai siapakah kita berperan?
sebagai orang tua…
sebagai orang dewasa…
sebagai anak2 yang lainnya…
???

“agama”-tipuan kolonial

June 8th, 2007 by athaya

hari gini masih percaya pada "agama"?

kaum PENJAJAH memang doyan yang namanya bikin identitas SARA+nasionalisme.
buat apa?  ya buat apa lagi, kalau ga "bom waktu".

coba liat aja di Rwanda-liat film "Hotel Rwanda", dibuatlah suku "Tutsi" n suku "Hutu" oleh Belgia. satu keluarga pun bisa dibuat jadi 2 suku, yang postur tubuhnya tinggi ke Tutsi yang satu lagi ke Hutu.
Trus, apa yang terjadi? setelah merdeka yang ada cuma perang antar "suku" buatan itu.

atau kita coba liat di India, tadinya semua orang baca Quran dan Veda. kemudian setelah inggris datang, dibuatlah kartu identitas (orang inggris memang doyan membuat catatan dan pendataan) termasuk di dalamnya identitas agama.
jadi, ga boleh meyakini kedua kitab. harus pilih, mau islam atau hindu.

jadinya apa? perang terus sampai sekarang. boleh cek forum2 di internet betapa dahsyatnya cela2an antara islam dan hindu.. belum lagi yang bunuh2an di india.

 

hari gini masih percaya pada "agama"?

kaum PENJAJAH mengerti benar bahwa negara2 jajahan ini gampang percayaan, kemampuan kritiknya rendah. sampai sekarang selebaran2 yang mengadu antara PKI dan AD pun ga jelas asalnya, tapi terlanjur bunuh2an.

bodohnya, orang2 yang dibodohi ini emang bodoh..
dan sistem pendidikan n lingkungan sosialnya juga menghalangi orang dari sikap kritis.

coba aja waktu SMA atau SMP ada teman yang mengkritisi Guru sewaktu pelajaran, sampai terjadi debat yang panjang. pasti kawan2nya sudah mulai resah gelisah ingin cepat2 dihentikan diskusinya..
trus ujian yang memanjakan otak dengan pilihan ganda-nya (yang salah istilah).

untuk orang2 yang begini ga lain hanya ada satu pilihan, DIJAJAH!!
dan inilah yang sedang terjadi, sementara orang bodoh ini menghabiskan energinya untuk perang agama-dan SARA pada umumnya, para penjajah melalui neo-imperialisme nya yaitu neo-liberalisme, sedang menjajah kita semua. menghabiskan energinya untuk perang (menguasai) ekonomi.
coba liat aja produk sehari-hari dekat kita: close-up, pepsodent, aqua, sampoerna, marlboro, starbucks, mcdonalds, nokia, nike… sebuah daftar yang panjang sekali

masih ada aja orang yang bertanya, "agamamu apa?" atau, "pacarmu agamanya apa?" ?

padahal sudah nyata kalau semua orang besar (nabi) dan kitabnya saling membenarkan, tapi masih saja ada yang mengklaim sebagai satu2nya agama yang benar.
lebih bodoh lagi, masih ada yang percaya dengan kata "agama"

orang2 bodoh ditipu para pembesar agamanya (pendeta, ulama, dsb) yang nyata2 para pembesar ini adalah orang yang didekati penguasa untuk melegalkan kekuasaannya.

(hari gini masih percaya pada "agama"?)

orang2 bodoh yang dibodoh2i ini pun bukannya orang yang ga kenal sejarah..
mereka kenal betul dengan sejarah, minimal kalau sudah SMA sudah tau sejarah2 agama di dunia.

tapi mereka lebih senang memper"TUHAN"kan agama dan pembesar2 agamanya daripada memperTUHANkan TUHAN.

kasian kamu TUHAN, kamu diduakan dengan "TUHAN" itu.

TUHAN apakah kamu mengenal "agama"?

Bravo kaum penjajah!! jajah terus orang2 bodoh yang mau dibodoh2i.

hari gini masih percaya pada "agama"?

Tetep Aja

May 28th, 2007 by athaya

sore ini gw ngambil gambar persawahan, mulai jam 15.00 sampai sekitar 17.00. setelah beberapa kali ambil shot, gw sampai ke sebuah sawah lain.
bilamana sebelumnya petani yang gw liat bertampang lusuh dan ndeso, kali ini petaninya sedikit ndeso tapi terlihat cerdas dan berpendidikan. beliau memakai topi caping bamboo dan boot karet warna hijau, dengan celana pendek dan kaos, membawa pacul/cangkul. ternyata bung petani ini adalah lulusan ipb.

akhirnya, ada juga mahasiswa ipb yang mendalami ilmunya….
senangnya gw…
setelah selama ini ipb diplesetkan sebagai: institut pesantren bogor, institut penyiaran bogor, atau juga institut perbankan bogor. sampai2 ada anekdot yang mengatakan kalau orang ipb ahli bidang apa aja selain bidangnya sendiri.
tapi, kali ini….
wah senangnya..
akhirnya ada lulusan ipb yang terjun di bidangnya: bertani…

eits, ntar dulu…
"bapak ini sewaktu di ipb di fakultas mana?"
"fakultas perikanan dan ilmu kelautan" jawab petani itu.

alamak!!

tetep aja…

pertama lagi

May 27th, 2007 by athaya

Selama ini gw pikir males untuk membuat blog lagi, sejak blogging menjadi sesuatu yang "mirip" Peterpan, menyenangkan tapi pasaran.
Lupa password adalah sesuatu yang ga boleh kejadian lagi.
Tapi, setelah bertahun menahan diri, gw rasa ga adil kalau orang banyak ga punya kesempatan mendapatkan "ilmu" dari gw.
Setiap manusia diciptakan sama, tapi mengawali garis start yang berbeda.
Kalau semuanya harus belajar sendiri, kapan kita berkarya?
Jadi gw putuskan untuk kembali berbagi, kalau ga mau disebut mengajar, kepada dunia.
Gw sudah berkorban, maka dengarkanlah hai Dunia.

Dear World,